Langsung ke konten utama

Hari Gizi Nasional

Hari Gizi Nasional 2020: “GIZI Optimal untuk Generasi 


Nama : Rizky Amelia 

NIM : 1022201023

Prodi S1 Gizi Fakultas Kesehatan Universitas M.H. Thamrin 

Tugas Mata Kuliah Komputer Dasar 

Dosen : Irwan Abdullah, S.Kom., MM



HARI GIZI NASIONAL 2020


Peringatan Hari Gizi Nasional ke-60 tahun 2020 merupakan momentum penting dalam menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bersama membangun gizi menuju bangsa sehat berprestasi antara lain melalui edukasi gizi seimbang dan suplementasi Tablet Tambah Darah pada ibu hamil dan remaja putri. Hal ini dapat mendorong percepatan pencapaian RPJMN tahun 2024 bidang kesehatan yaitu percepatan penurunan stunting dan wasting.


Melalui momentum HGN ke-60 tahun 2020 ini diharapkan para pemangku kepentingan termasuk masyarakat dan unsure pemerintah memiliki komitmen yang tinggi untuk ikut berperan serta bekerjasama dalam meningkatkan perbaikan gizi dan derajat kesehatan melalui tema “GIZI Optimal Untuk Generasi MILENIAL”.


Sejarah Peringatan Hari Gizi Nasional

Persoalan gizi di negara kita memangg telah terjadi sejak awal kemerdekaan bangsa Indonesia. Gizi dulu menjadi salah satu permasalahan yang cukup menjadi sorotan pada masa itu. Pasalnya, pada waktu itu kondisi masyarakat kita masih banyak yang didera kemiskinan, kurang menyadari kondisi kesehatan, dan cenderung tidak memperhatikan asupan makanan. Sehingga, kesehatan masyarakat menjadi sangat memprihatinkan dan terbelakang.


Untuk itu, Bapak Gizi Nasional yakni Prof. Poerwo Soedarmo ditunjuk oleh Menteri Kesehatan pada waktu itu untuk menjadi kepala dari Lembaga Makanan Rakyat (LMR) yang bernama Institut Voor Volksvoeding (IVV) pada saat itu. Institut Voor Volksvoeding (IVV) ini sendiri merupakan lembaga penelitian kesehatan agar bisa mengatasi permasalahan gizi masyarakat Indonesia. 


Bapak Gizi Nasional pada waktu itu pun membuat beberapa program dengan memprioritas utama menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gizi pada masyarakat. Namun, Poerwo mendapatkan hambatan yang cukup berarti, karena mayoritas masyarakat Indonesia buta aksara dan kurang mampu. Sehingga, Poerwo membentuk kader-kader untuk mengajarkan soal pentingnya mencukupi gizi pada masyarakat, melalui Sekolah Djuru Penerang Makanan (SDPM) yang didirikan pada 25 Januari 1951.


Kegiatan yang dilakukan melalui Sekolah Djuru Penerang Makanan (SDPM) adalah memberikan pendidikan mengenai pentingnya gizi bagi tubuh dan kesehatan. Tak hanya itu saja, sekolah ini juga melakukan penelitian terhadap pola makan dan penyakit yang berhubungan dengan makanan pada masyarakat. 


Setelah SDPM didirikan, tak lama kemudian juga turut berdiri beberapa sekolah-sekolah tentang gizi dan kesehatan seperti misalnya APN (Akademi Pendidikan Ntrisionis) tahun 1956 dimana sekolah tersebut beralih nama menjadi Akademi Gizi setelah Poerwo meminta masukan tentang nama dari ahli bahasa, Harjati Soebadio, agar mempunyai nama yang mencirikan kultur Indonesia.


Sejak mulai saat itu, istilah gizi menjadi sangat popular terutama setelah pengukuhan Profesor Djuned D. Poesponegoro yang menjadi guru besar penyakit anak pada FKUI. Sedangkan Poerwo sendiri ditetapkan menjadi Guru Besar ilmu Gizi pada tahun 1958. Mulai saat itulah pendidikan pergizian Indonesia terus berkembang termasuk salah satunya pendirian bagian gizi di Fakultas Kedokteran UI (Universitas Indonesia) tahun 1958. Dan sampai saat ini pun, banyak lahir organisasi-organisasi di bidang gizi seperti contohnya Persagi (Persatuan Ahli Gizi Indonesia), PDGMI (Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia).


Nah, pada tahun 1960-an, Lembaga Makanan Rakyat (LMR) memperingati tentang dimulainya pengkaderan tenaga gizi di Indonesia serta berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan pada tanggal 25 Januari 1951 pada 10 tahun sebelumnya. Lalu kemudian acara tersebut dilanjutkan kembali oleh Direktorat Gizi Indonesia pada tahun 1970-an sampai sekarang. Tak hanya asal memperingati saja, terdapat makna yang sangat penting juga mendalam di setiap peringatan Hari Gizi Nasional di setiap tahunnya. Dimana kita sebagai masyarakat Indonesia akan selalu dingatkan bahwa betapa pentingnya kebutuhan gizi untuk kesehatan serta kecerdasan dalam menunjang pertumbuhan tubuh dan jiwa kita sebagai manusia. Itulah awal mulanya hari Gizi dan Makanan Nasional serta makna yang terkandung di dalam perayaan Hari Gizi Nasional Indonesia di tetapkan yaitu pada tanggal 25 Januari.


Tujuan Peringatan Hari Gizi Nasional ke-60

Adapun peringatan Hari Gizi Nasional ke-60 kali ini memiliki tujuan sebagai berikut:

  • Meningkatkan pengetahuan generasi milenial untuk sadar gizi dan kesehatan
  • Melakukan penyebarluasan informasi dan promosi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi optimal dalam mewujudkan pembangunan SDM berkualitas;
  • Meningkatan peran media masa dalam kampanye gizi terhadap remaja sebagai salah satu penanggulangan stunting
  • Meningkatkan komitmen antara pemangku kepentingan baik sektor kesehatan ataupun non-kesehatan di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, swasta dalam kesehatan dan gizi.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Artikel ketahanan pangan di masa pandemi

  Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Kerawanan pangan menjadi ancaman besar pada permasalahan kesehatan selama masa pandemi di banyak negara (khususnya negara berkembang). Diperkirakan jumlah angka kerawanan pangan kronis pada Januari 2020 sebesar 135 juta akan menjadi dua kali lipat di akhir 2020, yaitu 265 juta. Permasalahan kerawanan pangan yang parah diproyeksikan meningkat terutama di pusat perkotaan, diantaranya : Banyaknya jumlah populasi yang tinggal di kota besar dengan permintaan makanan yang besar. Tingginya limbah makanan di semua tahap rantai dan jarak tempuh makanan yang panjang. Kekurangan gizi dan masalah malnutrisi karena buruknya kualitas makanan (tidak bergizi). Gangguan dalam rantai pasokan makanan (hambatan fisik dan ekonomi). Pendapatan yang menurun akibat pembatasan sosial. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan penerapan sistem berkebun di rumah ( home garden ) dan pertanian di perkotaan ( urban agriculture ) yang atau bisa disebut dengan sistem HGUA ( hom...

Artikel pemantauan Gizi dalam situasi pandemi COVID-19

  Manajemen, Pendampingan, Pengawasan, dan Pemantauan Gizi dalam Situasi Pandemi COVID-19 Unicef, bekerjasama dengan Global Nutrition Cluster dan Global Technical Assistance Mechanism for Nutrition (GTAM) mengeluarkan pedoman rekomendasi spesifik bidang gizi untuk manajemen, pengawasan dan pemantauan dalam situasi COVID-19. Dalam situasi ini, perlu adanya inovasi dalam pengembangan untuk pengumpulan, interpretasi, analisis dan pengelolaan data gizi yang berkelanjutan mengingat kita harus memenuhi prinsip ‘ physical distancing’ . Sehingga diharapkan pelacakan kasus kekurangan gizi dan pemantauan layanan berjalan dengan baik. Beberapa pesan penting dan aktifitas prioritas dalam pelaksanaan di lapangan: Kelola  physical distancing  dan gunakan cara alternatif dalam pengambilan data. Pastikan koordinasi aktifitas informasi gizi. Maksimalkan pemanfaatan data dan sistem informasi yang ada. Informasi dan laporan harus relevan dan mudah diakses. Pengelolaan fungsi sistem data rut...